PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
APP Sinar Mas Raih Penghargaan Edukasi Pasar Terbaik Lewat “Festival Penulis Cilik SiDUâ€
JAKARTA, Riauin.com - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memperoleh penghargaan kategori edukasi pasar terbaik untuk program Festival Penulis Cilik SiDU di ajang The Most Experiential Brand Activation Award 2018 di Jakarta.
Melalui penghargaan tersebut, majalah komunikasi pemasaran terkemuka MIX, selaku penggagas, mengapresiasi dampak nyata dari Festival Penulis Cilik SiDU (FPCS) dalam menumbuhkan minat menulis anak Indonesia.
“Di tengah ketatnya persaingan global, membangun kompetensi generasi muda Indonesia sejak dini adalah salah satu kunci kesuksesan. Kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif, serta menuangkannya ke dalam tulisan, adalah salah satu komponen kunci dari kompetensi,†ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.
“Oleh karena itu, kami terpanggil untuk turut menumbuhkan kebiasaan menulis anak melalui program-program yang dihadirkan oleh salah satu produk unggulan kami, Sinar Dunia (SiDU) Buku Tulis,†sambungnya.
FPCS adalah sebuah wujud nyata dari komitmen APP Sinar Mas untuk turut meningkatkan kualitas hidup mereka yang bersentuhan dengan bisnisnya. Seperti halnya Alfia, Juara II FPCS 2018. Gadis cilik dari sebuah desa terpencil di Jawa Tengah ini menjadikan koran bekas bungkus nasi sebagai sumber informasi dan pemantik semangat menulisnya.
Lewat prestasinya di FPCS 2018, kisahnya menjadi viral danmenginspirasi teman-teman sebayanya maupun para orang tua untuk terus menumbuhkan minat menulis mereka. Alfia pun mendapatkan dukungan pendidikan dari berbagai pihak yang tergugah oleh kisahnya.
Selain sambutan positif terhadap kisah Alfia, FPCS 2018 juga menerima antusiasme yang luar biasa dengan jumlah pendaftar yang meningkat 151% dari tahun sebelumnya.
“Kami mengapresiasi lebih dari 6.000 karya tulis yang masuk dan menghantarkan kami hingga menerima penghargaan pertama untuk FPCS ini. Pencapaian ini mencerminkan besarnya antusiasme yang tumbuh dari upaya berkelanjutan untuk membangun minat menulis anak Indonesia. Kami pun semakin terpacu untuk terus melanjutkan inisiatif ini,†ujar Head of Domestic Cultural Business Unit APP Sinar Mas Santo Yuwana.
Digagas oleh SiDU Buku Tulis pada tahun 2017, FPCS merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Ayo Menulis Bersama SiDU†yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis secara berkelanjutan. Tahun ini, FPCS mengambil tema “Harapanku untuk Indonesia di Masa Mendatang†demi membangun kepekaan sosial dan daya imajinasi anak-anak tanah air.
Penghargaan edukasi pasar terbaik yang diterima FPCS merupakan salah satu kategori terbaru di ajang Indonesia The Most Experiential Brand Activation 2018. Kategori ini ditujukan bagi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan antara pertengahan tahun 2017 hingga akhir tahun 2018 serta sukses mengedukasi target pasar baru dan potensial. (rilis)
Melalui penghargaan tersebut, majalah komunikasi pemasaran terkemuka MIX, selaku penggagas, mengapresiasi dampak nyata dari Festival Penulis Cilik SiDU (FPCS) dalam menumbuhkan minat menulis anak Indonesia.
“Di tengah ketatnya persaingan global, membangun kompetensi generasi muda Indonesia sejak dini adalah salah satu kunci kesuksesan. Kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif, serta menuangkannya ke dalam tulisan, adalah salah satu komponen kunci dari kompetensi,†ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.
“Oleh karena itu, kami terpanggil untuk turut menumbuhkan kebiasaan menulis anak melalui program-program yang dihadirkan oleh salah satu produk unggulan kami, Sinar Dunia (SiDU) Buku Tulis,†sambungnya.
FPCS adalah sebuah wujud nyata dari komitmen APP Sinar Mas untuk turut meningkatkan kualitas hidup mereka yang bersentuhan dengan bisnisnya. Seperti halnya Alfia, Juara II FPCS 2018. Gadis cilik dari sebuah desa terpencil di Jawa Tengah ini menjadikan koran bekas bungkus nasi sebagai sumber informasi dan pemantik semangat menulisnya.
Lewat prestasinya di FPCS 2018, kisahnya menjadi viral danmenginspirasi teman-teman sebayanya maupun para orang tua untuk terus menumbuhkan minat menulis mereka. Alfia pun mendapatkan dukungan pendidikan dari berbagai pihak yang tergugah oleh kisahnya.
Selain sambutan positif terhadap kisah Alfia, FPCS 2018 juga menerima antusiasme yang luar biasa dengan jumlah pendaftar yang meningkat 151% dari tahun sebelumnya.
“Kami mengapresiasi lebih dari 6.000 karya tulis yang masuk dan menghantarkan kami hingga menerima penghargaan pertama untuk FPCS ini. Pencapaian ini mencerminkan besarnya antusiasme yang tumbuh dari upaya berkelanjutan untuk membangun minat menulis anak Indonesia. Kami pun semakin terpacu untuk terus melanjutkan inisiatif ini,†ujar Head of Domestic Cultural Business Unit APP Sinar Mas Santo Yuwana.
Digagas oleh SiDU Buku Tulis pada tahun 2017, FPCS merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Ayo Menulis Bersama SiDU†yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis secara berkelanjutan. Tahun ini, FPCS mengambil tema “Harapanku untuk Indonesia di Masa Mendatang†demi membangun kepekaan sosial dan daya imajinasi anak-anak tanah air.
Penghargaan edukasi pasar terbaik yang diterima FPCS merupakan salah satu kategori terbaru di ajang Indonesia The Most Experiential Brand Activation 2018. Kategori ini ditujukan bagi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan antara pertengahan tahun 2017 hingga akhir tahun 2018 serta sukses mengedukasi target pasar baru dan potensial. (rilis)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK